Skip to main content
Malam Mingguan di Pasar Malam Ngarsopuro

Malam Mingguan di Pasar Malam Ngarsopuro

Dua lajur tenda berpuncak kerucut dipasang di sepanjang Jl Diponegoro, Kota Solo, Sabtu malam, akhir Juli 2018. Jalanan yang pada siang hari dipenuhi kendaraan itu mendadak disulap menjadi pasar. Hanya setiap sabtu malam, puluhan pedagang kaki lima menggelar dagangan di tempat itu. Mulai dari kuliner sampai kerajinan tangan. Pasar berjuluk Night Market Ngarsopuro itu mulai ada sejak 16 Februari 2009. Kreatornya, Walikota Solo saat itu, Joko Widodo, yang kini menjabat sebagai Presiden Indonesia.

 

Night Market Ngarsopuro Solo

 

Aneka barang yang dijual di stan-stan tersebut utamanya adalah kreasi pegiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Solo. Namun, aneka batik, fashion, mainan anak, peralatan sulap, suvenir khas Solo hingga kuliner tradisional bisa ditemukan di sini. Berlokasi di jantung Kota Solo, Night Market Ngarsopuro selalu ramai dikunjungi warga dan turis. Harga jual yang lebih miring dan bisa ditawar menjadi magnet pengunjung.

 

Night Market Ngarsopuro Surakarta

Wisata Belanja di Pasar Malam Solo

 

Harga jual batik cap, misalnya, dapat ditebus mulai Rp25.000 untuk kemeja pria. Sedangkan daster berbahan santung paling murah Rp20.000. Bahkan, untuk selembar celana pendek berbahan kaus pengunjung bisa mendapatkannya dengan harga Rp10.000. Bagi penggemar wisata kuliner, di bagian ujung pasar, dekat Pura Mangkunegaran, pengunjung bisa menjumpai stan aneka makanan tradisional maupun kekinian.

 

Kuliner di Night Market Ngarsopuro Solo

 

Selepas berbelanja dengan harga murah, pengunjung bisa beristirahat sambil menyantap bakso bakar seharga Rp1.500 per tusuk. Ada pula sate kere, pecel, sate ayam, soto, angkringan, hingga zupasoup. Seluruh sajian itu bisa dinikmati sembari duduk di tikar yang digelar di trotoar. Hiburan lainnya adalah pentas musik keroncong, jazz, atau akustik pada hari-hari tertentu.