Surakarta — Di kawasan Pasar Gede Hardjonagoro, ronde menjadi salah satu sajian tradisional yang tetap digemari lintas generasi. Menariknya, minuman berbahan dasar jahe ini tersedia dalam dua pilihan penyajian: wedang ronde yang hangat dan es ronde yang segar. Keduanya sama-sama mempertahankan cita rasa khas yang telah lama melekat dalam tradisi kuliner Kota Solo.
Ronde umumnya berisi bola-bola ketan kenyal dengan isian kacang tanah tumbuk yang manis dan gurih. Pada versi hangat, kuah jahe disajikan panas dengan aroma rempah yang kuat, cocok dinikmati saat malam hari atau ketika udara terasa sejuk. Sementara itu, versi dingin atau es ronde menghadirkan kuah jahe yang telah didinginkan dan ditambahkan es batu, menciptakan sensasi pedas-manis yang lebih ringan dan menyegarkan di siang hari.
Beberapa pedagang juga melengkapi sajian dengan kolang-kaling, roti tawar, atau taburan kacang sangrai untuk menambah tekstur. Di Pasar Gede, ronde biasanya mulai dijajakan sejak pagi hingga malam, berdampingan dengan kuliner lain seperti es dawet, cabuk rambak, jenang, dan aneka jajanan pasar tradisional yang memperkaya pilihan pengunjung.
Kehadiran ronde dalam dua varian ini menunjukkan bagaimana kuliner tradisional Solo mampu beradaptasi dengan selera dan kebutuhan zaman. Baik dinikmati hangat maupun dingin, ronde di Pasar Gede tetap menjadi bagian dari pengalaman kuliner yang sederhana, autentik, dan lekat dengan suasana khas Kota Surakarta.

