Surakarta — Pura Indra Prasta menjadi salah satu destinasi wisata religi dan tempat ibadah Hindu yang menarik di Kota Surakarta. Pura ini terletak di Gang Tribusono I, Kampung Mutihan, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, tidak jauh dari tepi Sungai Jenes dan selatan Masjid Mujahidin Solo — sebuah lokasi unik karena berada di tengah permukiman yang sebagian besar warganya beragama Islam.

Sejarah pura ini bermula sejak tahun 1986, ketika dibangun oleh tokoh umat Hindu Solo dengan menggunakan sebagian material bekas pembangunan Pura Bhuwana Agung Saraswati di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS). Bangunan pura dirancang sesuai dengan ciri khas arsitektur Bali, lengkap dengan bagian halaman Madya Mandala dan Mandala Utama, serta gapura candi bentar yang menjadi pintu masuk utama. Nama Indra Prasta sendiri memiliki makna filosofis, merujuk pada tempat tinggal Dewa Indra yang dikenal sebagai raja para dewa dalam mitologi Hindu.

Pura Indra Prasta adalah ruang ibadah bagi umat Hindu di Solo serta daerah sekitarnya. Pada hari-hari suci dan hari besar keagamaan Hindu seperti Galungan, Kuningan, Piodalan, dan Nyepi, tempat ini kerap dipadati umat yang datang untuk sembahyang bersama. Uniknya, meskipun berlokasi di lingkungan muslim, pura ini menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama, bahkan pengelola sehari-hari dibantu oleh warga sekitar yang beragam.

Selain fungsi ibadah, Pura Indra Prasta juga menarik perhatian pengunjung umum yang ingin mempelajari arsitektur pura Bali yang dipadukan dengan nuansa Jawa, serta suasana spiritual yang damai. Selama berkunjung, wisatawan diminta menjaga etika, menghormati prosesi keagamaan, dan menahan diri dari membuat kebisingan untuk menghormati umat yang beribadah. Kehadiran pura ini memperkaya warisan budaya dan spiritual di Solo, sekaligus menegaskan identitas kota sebagai ruang yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.