Surakarta — Tumurun Private Museum menjadi salah satu ruang apresiasi seni modern dan kontemporer yang memperkaya wajah budaya Kota Solo. Didirikan pada tahun 2018, museum privat ini berfokus pada pengoleksian, perawatan, pameran, serta edukasi seni modern dan kontemporer dari Indonesia maupun mancanegara. Nama “Tumurun” sendiri berasal dari ungkapan Jawa turun-temurun, yang bermakna warisan yang diteruskan antar generasi—sebuah filosofi yang menjadi landasan berdirinya museum ini.

Museum ini berlokasi di Jl. Kebangkitan Nasional No. 2/4, Surakarta, Jawa Tengah, dan berada di kawasan strategis pusat kota. Tumurun Private Museum buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 10.00–16.00 WIB. Harga tiket masuk sebesar Rp35.000 per orang, sementara anak di bawah lima tahun dapat masuk gratis dengan pendamping yang membeli tiket. Reservasi kunjungan dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi www.tumurunmuseum.org

, dengan sistem pemilihan jadwal kunjungan untuk menjaga kenyamanan pengunjung.

Secara visi, Tumurun Private Museum bercita-cita menjadi institusi terkemuka yang menyediakan ruang aman untuk melestarikan dan menampilkan seni modern dan kontemporer Indonesia, sekaligus tetap inklusif terhadap dialog artistik global. Untuk mewujudkan visi tersebut, museum ini menjalankan misi memajukan pendidikan seni modern dan kontemporer melalui program kuratorial, riset, serta kegiatan edukatif lintas budaya yang bertujuan memperluas wawasan publik terhadap perkembangan seni rupa masa kini.

Dengan konsep bangunan modern minimalis dan sistem kunjungan terjadwal, pengalaman menikmati karya seni di museum ini terasa lebih fokus dan intim. Aturan kunjungan juga diterapkan demi menjaga keamanan koleksi, seperti larangan membawa tas besar, makanan, minuman, dan perlengkapan fotografi tertentu ke dalam ruang pamer. Kehadiran Tumurun Private Museum semakin menegaskan bahwa Surakarta tidak hanya kuat dalam tradisi, tetapi juga aktif dalam perkembangan seni kontemporer.