Surakarta — Museum Keris Nusantara hadir sebagai destinasi edukatif yang memperkenalkan salah satu warisan budaya paling ikonik Indonesia, yaitu keris. Museum ini beralamat di Jalan Bhayangkara No. 2, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, dan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Agustus 2017 sebagai bagian dari upaya pelestarian pusaka nusantara yang telah diakui oleh UNESCO.
Bangunan museum terdiri dari empat lantai dengan desain yang informatif dan menarik. Lantai pertama menjadi ruang informasi dan audio visual, sedangkan lantai kedua memamerkan sejumlah koleksi keris dan memiliki perpustakaan kecil untuk edukasi. Lantai ketiga menampilkan diorama proses pembuatan keris serta ruang istirahat, dan lantai keempat digunakan sebagai ruang kreatif serta tempat penyimpanan artefak. Koleksi total museum mencakup sekitar 409 keris dari berbagai daerah Nusantara, 38 tombak, serta sejumlah senjata tradisional lain yang kaya makna sejarah dan budaya.
Museum Keris Nusantara beroperasi setiap Selasa sampai Minggu dengan jam buka umumnya pukul 08.00–16.00 WIB dan tutup setiap hari Senin. Tiket masuk sangat terjangkau dan dikategorikan menurut jenis pengunjung: pengunjung umum, pelajar, mahasiswa, rombongan, hingga wisatawan mancanegara dengan tarif yang berbeda antara hari biasa dan hari libur. Biaya tiket berkisar dari sekitar Rp7.500–Rp10.000 untuk umum dan tarif lebih tinggi bagi wisatawan asing, serta diskon bagi pelajar dan rombongan besar.
Selain menjadi tempat pameran koleksi sejarah, museum ini juga menyuguhkan pengalaman pendidikan budaya yang interaktif. Pengunjung dapat memahami anatomi keris, filosofi pamor, hingga proses pembuatan melalui diorama dan keterangan yang informatif di setiap ruang. Museum Keris Nusantara semakin dikenal sebagai ruang wisata sejarah yang menarik bagi pelajar, peneliti, maupun wisatawan yang ingin menggali lebih jauh jati diri budaya Indonesia melalui salah satu senjata tradisionalnya yang paling khas.

