GO UP

Napak Budaya Samanhoedi X

Proses pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran Masyarakat. Demikian pula dengan penggalian dan pengkajian potensi suatu wilayah harus sejalan dengan pembangunan daerah sekaligus pembangunan Nasional pada umumnya. Untuk mewujudkan berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah, merupakan tugas bersama antara pemerintah, dunia usaha (swasta), dan masyarakat sesuai dengan profesinya masing-masing, serta memperkuat terciptanya kondisi yang memungkinkan terwujudnya daerah wisata dan iklim yang baik bagi tumbuh berkembangnya sadar wisata masyarakat. Kelurahan Sondakan dengan berbagai potensinya, sangat prospektif untuk dikemas menjadi wilayah yang berorientasi untuk kepentingan kepariwisataan. Untuk itu harus ada icon yang perlu ditonjolkan sebagai daya tarik kepariwisataan. Melihat KH. Samanhoedi sebagai Pahlawan Nasional sekaligus sebagai tokoh pendiri Serikat Dagang Islam (SDI) yang lahir di Sondakan dan pernah jaya pada masa itu, maka Samanhoedi akan kita jadikan sebagai inspirasi sekaligus icon pergerakan dan semangat untuk membangun dan mengembangkan Kelurahan Sondakan sebagai kota tujuan wisata, salah satunya tetap menyelenggarakan even tahunan “Napak Budaya Samanhoedi (NBS)”.      

NBS 2022 kali ini adalah tahun ke-10 dalam penyelenggaraannya, dalam NBS 2022 ini Pokdarwis Kelurahan Sondakan mengangkat tema “Penuatan Identitas dan Pemberdayaan Potensi Lokal Kelurahan Sondakan” dan setelah 2 tahun kegiatan NBS ini tidak diselenggarakan karena pendemi, maka sekarnglah saatnya untuk menguatkan kembali identitas potensi kebudayaan dan kepariwisataan di kelurahan Sondakan, sekaligus sebagai pengukuhkan komitmen stakeholders Kelurahan Sondakan pada pentingnya masyarakat yang berbudaya. Tanpa mental budaya yang cukup, maka keteraturan, kenyamanan dan loyalitas terhadap Kelurahan Sondakan tidak akan pernah ada. Masyarakat berbudaya akan menciptakan iklim persaudaraan yang penuh identitas dan kepribadian universal.

Selain itu, sudah seharusnya masyarakat Sondakan mencintai budaya, karena sepanjang sejarahnya, Sondakan dibentuk dari akar budaya Jawa yang sangat kuat. Banyaknya pekerja seni dan eksisnya pengrajin batik dapat dijadikan ukuran pendukung. Adat ewuh pekewuh dan tepo seliro juga menjadi dasar terbentuknya sosiologi masyarakat Sondakan. Walau sangat beragam, sejauh ini, Kelurahan Sondakan dapat mengharmonikan semua perbedaan itu dalam kebersamaan yang maslahat. Artinya, NBS dapat membangkitkan identitas budaya Masyarakat Sondakan.

Kegiatan NBS 2022 ini telah dimulai dengan kegiatan “Lomba Motif Batik Samanhoedi” pada bulan Juli – September kemarin dan dilanjutkan besok selama dua hari, mulai hari Jum’at – Sabtu, 13-15 Oktober 2022, dengan agenda acara sebagai berikut :

  1. Perenungan Nilai Luhur Samanhoedi dan Ziarah Samanhoedi

Hari / Tanggal            : Jum’at,  14 Oktober 2022.

Pukul                             : 07.00 – selesai WIB

Diikuti  kurang lebih 100 peserta Warga Kelurahan Sondakan.

  1. Beksan Laras Swara

Hari / Tanggal            : Jum’at, 14 Oktober 2022.

Pukul                             : 19.30 – selesai.

Tempat                        : Area Ringin Jongke

Bersamaan dengan acara beksan laras swara ini akan diadakan penyerahan

hadiah pemenang lomba motif batik Samanhoedi.

  1. Kirab Samanhoedi

Hari / Tanggal            : Sabtu, 15 Oktober 2022

Pukul                             : 19.00 s/d. selesai

Dalam kirab Samanhoedi ini akan ditampilakan bebrapa potensi-potensi yang ada dikelurahan Sondakan yang terdiri dari 15 RW dan 52 RT.

  1. Pentas Wayang Kulit Samanhoedi

Hari / Tanggal            : Sabtu, 15 Oktober 2022

Pukul                             : 20.00 s/d. selesai

Tempat                         : Area Ringin Jongke

Episode                        : Rekso Rumekso Bangkit

Dalang                          : Dr. Bagong Pujiono, M.Sn

Kegiatan NBS 2022 salah satu komitmen Masyarakat Sondakan dalam mengapresiasi visi Kota Solo sebagai Kota Budaya, semoga, Solo Kota Budaya bukan lagi jargon yang akan segera habis dimakan periode kekuasaan. Mental berkebudayaan akan terpatri kuat dalam masyarakat kota ini, lantas membentuk kepribadian dan identitas lokal yang bermartabat dan berguna.

EVENT DAN FESTIVAL