Surakarta, 01/09/2026 – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta melancarkan promosi Direct Selling guna mendongkrak sektor pariwisata daerah. Langkah taktis ini diwujudkan melalui gelaran promosi Solo Direct Selling 2026 yang berlangsung secara simultan di Kota Pekalongan dan Kota Semarang pada tanggal 27 hingga 28 Agustus 2026. Agenda ini dirancang khusus sebagai wadah pertemuan bisnis (business meeting) yang mempertemukan langsung para pelaku industri pariwisata asal Kota Solo (seller) dengan para mitra potensial (buyer) di kota tujuan. Upaya ini ditargetkan mampu meningkatkan angka kunjungan sekaligus memperpanjang lama tinggal (length of stay) para wisatawan di Kota Bengawan.

Kolaborasi lintas wilayah ini dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata. Antusiasme terhadap pesona wisata Kota Solo terlihat sangat tinggi di kedua kota pelaksanaan. Tercatat masing-masing agenda diikuti oleh 25 buyer strategis. Di Kota Pekalongan maupun Semarang, para buyer terdiri dari agensi tour and travel, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, institusi sekolah, serta berbagai stakeholder pariwisata setempat.

Sementara itu, delegasi seller tangguh dari Kota Surakarta yang diturunkan untuk memikat pasar Jawa Tengah meliputi kombinasi lini agensi swasta, komunitas, hingga pegiat wisata berbasis budaya, di antaranya:

  • Indokultura / Zas Holiday Tour & Travel
  • Solo Societiet
  • Batik Pandono Abstrak Laweyan
  • Pokdarwis Kota Surakarta
  • ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) Kota Surakarta
  • Dencraft
  • Baluwarti Experience
  • Solo Tourist Information Center & Among Tamu Solo
  • Wayang Orang Sriwedari

Melalui pelaksanaan Solo Direct Selling 2026 yang berjalan sukses di due kota ini, Disbudpar Kota Surakarta optimis pergerakan wisatawan domestik menuju Kota Solo akan tumbuh semakin masif, aman, nyaman, dan berkelanjutan.