Skip to main content
Vastenburg, Benteng Kokoh Peninggalan Belanda

Vastenburg, Benteng Kokoh Peninggalan Belanda

Kesan ringkih tak tampak dari bangunan bujur sangkar di Kawasan Gladak, sudut Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, akhir Juli 2018. Benteng yang berada di Jl. Jenderal Sudirman ini telah ratusan tahun. Merupakan salah satu peninggalan Belanda, benteng ini dibangun pada 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff.

Sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, khususnya terhadap keraton Surakarta, benteng yang memiliki tinggi enam meter ini juga digunakan sebagai pusat garnisun. Di seberangnya terletak kediaman gubernur Belanda (sekarang kantor Balaikota Surakarta).

Bentuk tembok benteng berupa bujur sangkar yang ujung-ujungnya terdapat penonjolan ruang yang disebut selekoh (bastion). Di sekeliling tembok benteng terdapat parit yang berfungsi sebagai perlindungan dengan jembatan di pintu depan dan belakang. Bangunan terdiri dari beberapa barak yang terpisah dengan fungsi masing-masing dalam militer. Di tengahnya terdapat lahan terbuka untuk persiapan pasukan atau apel bendera.

 

Benteng Vastenburg Solo

 

Setelah kemerdekaan, benteng ini digunakan sebagai markas TNI untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada masa 1970-1980an bangunan ini digunakan sebagai tempat pelatihan keprajuritan dan pusat Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta dan sekitarnya.

Sempat terbengkelai lantaran lahannya telah dimiliki swasta, Benteng Vastenburg dipercantik setelah ditetapkan sebagai situs cagar budaya per 2010 lalu. Sejumlah renovasi dilakukan di muka fasad, sehingga menanggalkan kesan suram yang dulu sempat terlihat. Wajah Benteng Vastenburg kembali berseri. Letterboard Kota Solo dibangun di salah satu sudut cukup menarik perhatian pengunjung.
Pemerintah dan swasta pun kerap menggelar berbagai acara di benteng, baik di bagian dalam maupun di mukanya. Mulai dari acara musik, festival, hingga upacara.