Skip to main content
mangkunegaran1

Famtrip Jateng On The Spot 2019 di Pura Mangkunegaran

Kota Solo memiliki istana yang indah dan megah yaitu Pura Mangkunegaran. Nama Pura berasal dari bahasa Jawa yang artinya istana atau kerajaan. Pura Mangkunegaran menjadi pusat budaya dan seni di Kota Solo. Berbagai koleksi berharga yang ada di dalam istana dipercaya berasal dari Kerajaan Mataram dan Majapahit.
Pura Mangkunegaran didirikan pada tahun 1757 melalui sejarah yang cukup panjang. Setelah kematian Amangkurat IV dari Kerajaan Mataram, kerajaan ini selalu diintervensi oleh penjajah Belanda dan berhasil menempatkan Adipati Anom (PB II) sebagai pewaris kerajaan padahal Pangeran Arya Mangkunegaran adalah pewaris sah tetapi menentang Belanda sehingga memunculkan perang saudara. Raden Mas Said, anak Arya Mangkunegaran melakukan perlawanan terhadap Belanda hingga akhirnya melalui Perjanjian Giyanti, Raden Mas Said mendapat bagian wilayah Surakarta bagian utara dan berkedudukan di Pura Mangkunegaran dengan gelar Mangkunegaran I (Pangeran Sambernyawa).
.
Sebagai perwujudan dari Pangeran Sambernyawa yang sudah digembleng kerasnya kehidupan sejak kecil membuat Pura Mangkunegaran kokoh bertahan di tengah arus modernisasi. Pertunjukan budaya yang disuguhkan di Pura Mangkunegaran antara lain pertunjukan tari dan wayang yang biasa diiringi dengan alunan gamelan Kyai Kanyut Mesem di Pendopo Pura. Sebenarnya ada beberapa jenis gamelan lain yang dimiliki seperti gamelan Kyai Seton dan gamelan Lipur Sari. Akan tetapi, gamelan ini hanya dimainkan dalam upacara tertentu saja.
Yang menjadi favorit para pengunjung saat datang ke pura adalah Mangkunegaran Royal Dinner. Dinner ala kerajaan ini sudah terkenal dan menjadi daya tarik tersendiri terutama untuk turis asing.
.
Destinasi Budaya yang sangat cocok untuk dikunjungi Peserta Famtrip Jateng On The Spot 2019.