Skip to main content
Belajar Tentang Keris di Museum Keris

Belajar Tentang Keris di Museum Keris

Ribuan keris mengisi bangunan berlantai empat di Jl.Bhayangkara No, 2, Sriwedari, Solo. Ribuan keris yang terpajang itu merupakan koleksi Museum Keris Nusantara yang diresmikan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Beranjak memasuki ruangan di lantai pertama museum, pengunjung bisa mengisi daftar tamu sebagai administrasi. Selain itu, ada pula papan informasi penyebaran senjata di dunia.

 

Perpustakaan Museum Keris Solo

 

Naik ke lantai II yang diberinama purwaning wacana, tempat ini adalah sumber literasi bab perkerisan. Sejumlah keris hibah dipajang berdampingan dengan informasi tentang eksistensi keris di masyarakat dan pengertian anatomi keris. Di setiap keris yang terpajang, pengelola juga memasang keterangan berupa jenis, dhapur, pamor, tangguh, warangka, pendhok, mendak, ukiran, serta asal koleksi.

 

Koleksi Keris di Museum Keris Solo

 

Jika dijabarkan, dhapur adalah ragam bentuk atau tipe keris. Pamor artinya pengertian gambaran tertentu berupa garis, lengkung, lingkaran, noda, titik, atau motif pada permukaan bilah keris.Tangguh berarti taksiran atau perkiraan zaman dan tempa pembuatan bilah keris serta gaya pembuatannya. Untuk jenis keris, sebutannya adalah luk alias memiliki lekuk dan bener yang bentuknya lurus. Selain itu ada kadga dan bethok yang berbentuk mirip pisau.

 

Diaroma Pembuatan Keris

 

Beranjak ke lantai III, pengunjung bisa melihat diorama proses pembuatan keris dimasa Candi Borobudur dan Candi Sukuh. Ada pula gambaran rangkaian sesaji pembuatan keris yang dahulu dilakukan oleh para empu. Diorama yang sangat nyata itu seakan membuat pengunjung menyaksikan pembuatan keris sebenarnya.

 

Pakaian adat jawa, busana mengenakan keris

 

Tengok pula patung pria berpakaian adat Jawa yang menampilkan tata krama dan tata busana saat membawa keris. Di setiap aktivitas, keris diletakkan di titik berbeda. Terakhir di lantai IV menjadi tempat penyimpanan artefak keris. Di lantai ini pula terpajang keris hibah Masyarakat Perkerisan Indonesia untuk Presiden Joko Widodo. Keris tersebut ber-luk lima sebagai simbol pancasila. Warangka-nya berwarna merah sebagai penanda kebangsawanan.