Grebeg Sudiro

Grebeg Sudiro merupakan kegiatan kirab yang diciptakan oleh proses akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa. Kirab ini diselenggarakan di kawasan Pasar Gedhe di kota Surakarta atau Solo. Akulturasi dua budaya di kampung Sudiroprajan sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Kini kampung Sudiroprajan dikenal sebagai daerah pecinan di Surakarta.  Grebeg Sudiro muncul dari suatu kesadaran dan maksud para warga Sudiroprajan untuk menciptakan keselarasan antara dua budaya tersebut. Tradisi prosesi Sudiro Grebeg meliputi serangkaian acara yang diawali dengan makan malam untuk amal Bok Teko yang biasanya jatuh pada tanggal 12 Januari dan puncak acaranya jatuh pada tanggal 15 Januari.

Selama prosesi itu setiap acara menuntut suatu syarat yang harus dipenuhi dan perlengkapan upacara yang harus lengkap. Akulturasi dua budaya tampak dalam Gunungan Estri dan Gunungan Jaler yang jamak ditemukan dalam ritual upacara Jawa dan tari Liong yang ditampilkan sebelum pertunjukan dimulai. Kedua gunungan itu dihias dengan kue keranjang, gunungan gemukan, kompyang, pia, bakpao, janggelud dan kue-kue lainnya. Musik yang dinamakan keroncong Mandarin juga ditampilkan. Keroncong Mandarin yang merupakan contoh lain dari hasil akulturasi tersebut. Sejumlah kesenian tradisional dari Pokdarwis di sejumlah kelurahan di kota Surakarta juga dipertontonkan bagi semua pengunjung.

Kontak Kami

Dinas Pariwisata Kota Surakarta
Jl. Brigjen Slamet Riyadi No. 275 Surakarta
Jawa Tengah Java - Indonesia

  • Telp: +62 271 711435

Terhubung dengan Kami

Kami ada di Sosial Media. Ikuti kami dan dapatkan informasi tentang pariwisata di Kota Solo dan sekitarnya.